Kasus II : Gangguan Tidur Insomnia
A. A. 1. Case name : Pendekatan:
2. Pre condition : None
3. Actor who mitrates : terapis
4. Steps :
a. Menciptakan hubungan baik dengan klien
b. Menumbuhkan adanya kepercayaan, keyakinan, keterbukaan dan kejujuran
5. Post condition : Menggali informasi dari subjek
6. Actor who gets benefit : klien, terapis
B. B. 1. Case name : Menggali informasi dari subjek
2. Pre condition : Pendekatan
3. Actor who mitrates : terapis
4. Steps :
a. Mengetahui dengan jelas latar belakang, permasalahan, dan kebutuhan klien
b. Mencari data masalah yang dihadapi klien
c. Mencari data masalah yang dihadapi klien
5. Post condition : Memilih terapi yang tepat
6. Actor who gets benefit : klien, terapis
C. C. 1. Case name : Memilih terapi yang tepat
2. Pre condition : Menggali informasi dari subjek
3. Actor who mitrates : terapis
4. Steps :
a. Memberikan beberapa pilihan penyelesaian dan pemecahan masalah
b. Mengambil dan menetapkan pemecahan masalah yang mana akan dipilih untuk dilaksanakan
c. Menetapkan terapi dengan teknik kognitif – behavioral.
5. Post condition : Pelaksanaan Terapi
6. Actor who gets benefit : klien, terapis
D. D. 1. Case name : Pelaksanaan Terapi
2. Pre condition : Memilih terapi yang tepat
3. Actor who mitrates : terapis
4. Steps :
a. Memperkuat hubungan antara tempat tidur dan tidur dengan sebisa mungkin membatasi aktivitas yang dihabiskan di tempat tidur untuk dapat tertidur
b. Klien dibatasi waktu yang dihabiskan di tempat tidur untuk mencoba tidur hanya dalam waktu 10 atau 20 menit
c. Jika klien masih tidak dapat tidur juga pada waktu yang diperkirakan, orang tersebut diinstruksikan untuk meninggalkan tempat tidur dan pergi ke ruangan lain untuk membangun kerangka berpikir yang santai sebelum kembali ke tempat tidur, seperti duduk diam, membaca, menonton televisi, atau mempraktikan latihan relaksasi
5. Post condition : Evaluasi
6. Actor who gets benefit : klien, terapis
E. E. 1. Case name : Evaluasi
2. Pre condition : Pelaksanaan Terapi
3. Actor who mitrates : terapis
4. Steps :
a. Mengadakan penilaian terhadap keefektifan proses bantuan terapi dan penentuan kegiatan tindak lanjutnya
b. Harapan awal : terapi berhasil atau klien dapat menghilangkan gangguan kecemasan yang dihadapinya.
c. Subjek dapat mengurangi perilaku-perilaku yang menunjukkan adanya kecemasan
5. Post condition : Evaluasi
6. Actor who gets benefit : klien, terapis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar